Recent Posts

Hypnoselling; Jualan Pake Hipnotis?

20/06/17

Hypnoselling adalah salah satu cabang Hypnosis yang digunakan sebagai teknik menjual.[1] Berbeda dengan Hypnosis Onstage[2], Hypnoselling lebih pada Conversational Hypnosis (Percakapan hipnosis)[3]. Percakapan hipnosis adalah proses merangsang trance[4] hipnosis selama percakapan. Seorang seller akan mencoba menyentuh alam bawah sadar pembeli melalui sugesti dan induksi-induksi. Hypnoselling dikenal sejak masuknya Hypnosis moderen, dimana kiblatnya adalah Milton Erickson (1901-1980). Hypnoselling berbeda dengan aliran Hypnosis lainnya. [5]

Hypnoselling atau Hypnosis for Selling pada prinsipnya memanfaatkan kaidah-kaidah hipnotisme dalam berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar dalam bidang penjualan. Teknik tersebut murni ilmiah yang sebenarnya diterapkan sebagai Hypnosis moderen. Titik tekannya adalah pada komunikasi. Hipnosis adalah salah satu metode yang diterima secara psikologis yang berguna untuk mempekejakan sugesti alam bawah sadar untuk memodifikasi personality dan model sikap. Khususnya, karena itu, hipnosis mungkin digunakan untuk meningkatkan berbagai perilaku komunikatif dan lebih khusus lagi, sebagai metode untuk mengurangi kecemasan berbicara.[6]

Pikiran manusia dibagi menjadi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran tidak sadar atau alam bawah sadar. Pikiran sadar/ conscious mind adalah proses mental yang Anda sadari dan bisa Anda kendalikan. Pikiran bawah sadar/ subconscious mind adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya. [7]

Jadi, Hipnosis bukanlah sihir hitam, trik pesta atau sepotong teater tapi merupakan proses alami otak manusia. Pikiran manusia dibagi menjadi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran tidak sadar atau alam bawah sadar. Pikiran sadar/ conscious mind adalah proses mental yang disadari dan bisa dikendalikan. Pikiran bawah sadar/ subconscious mind adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga disadari.

Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar[8].

Penjelasan diatas akan mengacu pada pemberdayaan kualitas komunikasi. Setiap penjual dan bahkan setiap orang akan menggunakan komunikasi untuk ‘menjual’ dirinya. Seorang tokoh publik misalnya harus menggunakan komunikasi agar banyak orang mendengarkan dirinya dan kemudian mempercayainya. Ia menjual kapabilitas dirinya kepada orang lain, jadi aktifikas menjual dalam hal ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan.[9]

Hypnoselling menjadi bagian dari komunikasi yang menitik beratkan pada komunikasi alam bawah sadar. Sesuai alasan diatas pada prinsipnya hypnoselling memanfaatkan kaidah-kaidah hipnotisme dalam berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar untuk diterapkan dalam bidang penjualan.

Maka jika diterapkan dalam penjualan, penyampaian ide dilakukan secara persuasif agar calon pembeli setuju dan terjadinya closing akan lebih mudah dilakukan apabila komunikasi menjangkau pikiran bawah calon pembeli.

Pola bahasa yang digunakan Hypnoselling mengacu pada permissive (himbauan) bukan Authorian (perintah), dan cenderung menggunakan pola bahasa indirect. Menggunakan pola bahasa authorian dalam hypnoselling tidak akan memungkinkan, sebab tidak ada kesempatan untuk melakukan pemeriksaan sugestibilitas seseorang. Menggunakan metode Ericsonian Hypnosis mendapatkan pengalaman tersendiri dalam menghadapi pembeli.[10]

Jika pernah mempelajari Neuro Language Programming (NLP), maka akan sangat serupa antar Hypnoselling dengan NLP, pangkalnya adalah Milton Erickson yang dimodel oleh John Grindler dan Richard Bandler. Prinsip hypnosis, bahwa semua orang dapat dihipnotis asalkan bersedia secara sukarela, sama halnya dengan hypnoselling bahwa semua orang dapat dibujuk secara persuasif atau diprospek dengan syarat-syarat yang sama seperti diatas.

Kesimpulannya, hypnoselling adalah The Hypnotic Salesman menunjukkan bagaimana menghasilkan kepercayaan instan dan hubungan dengan klien. Melalui hypnoselling seseorang dapat belajar bagaimana dengan cepat membangun kepercayaan yang dalam, bagaimana memiliki alam bawah sadar seseorang yang menjual pesan anda bahkan ketika anda tidak ada bahkan memicu amnesia tentang produk kompetitor anda. Ini keterampilan efektif yang bisa dipelajari dan dikuasai oleh siapapun.[11]

[1] Tidak ditemukan secara pasti kapan dan siapa yang mencetuskan pertama kalinya, namun yang pasti Hypnoselling merupakan bagian dari Hypnosis.

[2] Hipnotis panggung, yang biasanya digunakan untuk hiburan seperti Uya Kuya Romi Raffael dan Sebagainya.

[3] Percakapan Hipnosis, menggunakan bahasa permissive atau tidak langsung.

[4] Trance adalah perubahan gelombang otak dari beta ke alfa atau tetha.dalam kondisi ini, pikiran kita cenderung lebih rileks, dan mencapai tingkat kefokusan yang tinggi.

[5] Willy Wong, Hypnosis for Selling. (Jakarta Selatan: Visimedia, 2010), hlm 6.

[6] Paper dipesentasikan pada The Annual Meeting of the Speech Communication Association (56th, New Orleans, December 1970) Barker, Larry L.; Dkk. Hypnosis and the Reduction of Speech Anxiety. (New Orleans: 19970), hlm 2

[7] ?

[8] Majid, I. Pemahaman Dasar Hypnosis. (2008) diakses 02 15, 2017, diambil dari Freedom Hypnosis Center: www.hipnoterapi.asia. Hlm 4

[9] Willy Wong, Hypnosis for Selling. (Jakarta Selatan: Visimedia, 2010), hlm 3-5

[10] Willy Wong, Hypnosis for Selling....

[11] Willy Wong, Hypnotic for Selling..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar