Recent Posts

Ericksonian Technique, Cara Milton Menghipnotis

20/06/17

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa, hypnoselling menggunakan prinsip hypnosis moderen; conversational hypnosis. Kiblatnya adalah Milton Ericson. Milton Erickson (1901-1980) disebut sebagai seorang ahli hipnosis yang kreatif sepanjang sejarah. Bayangkan, dia buta warna, hanya bisa melihat warna ungu, agak tuli. Dia juga Dislexia. Ia juga menderita dua kali sakit polio di usia 17 dan 51 tahun. [1]

"Setiap orang adalah individu yang unik. Oleh karena itu, psikoterapi harus dirumuskan untuk memenuhi keunikan individu kebutuhan, daripada menyesuaikan orang dengan Procrustean bed  dari hipotetis teori perilaku manusia"- Milton H. Erickson.[2]

Keterbatasan fisik membuat ia lebih jeli. Hingga pemikirannya dapat diadopsi dan mempengaruhi sejarah hipnosis moderen dengan istilah Ericksonian Technic. Erickson merasakan dari pengalamannya sendiri, bahwa apa yang dia peroleh akan bertentangan dengan orang-orang pendahulunya.

Milton Erickson pada umumnya dianggap sebagai hipnoterapis terdepan pada masanya. Dia bekerja dengan trance dan kalimat-kalimat terstruktur yang cerdik dan penuh dengan makna samar-samar untuk membantu kliennya menemukan cara mengatasi masalah dan sumber daya yang telah mereka sediakan bagi mereka. [3]

Kesuksesan Erickson didasarkan pada kemampuannya untuk membaca perilaku non-verbal (ketajaman sensorik), kemampuannya untuk menjalin hubungan baik dengan kliennya, keahliannya dengan pola bahasa dan kepercayaannya tentang kliennya. [4]

Milton Model sering dianggap sebagai kebalikan dari Meta-Model. Ini karena meta-model dirancang untuk bahasa klien yang samar-samar dan mengajukan pertanyaan untuk beralih pada penjelasan yang lebih konkret dan mengarahkan klien menuju solusi, sedangkan model milton didasarkan menggunakan bahasa yang samar untuk meningkatkan proses hipnosis.

Agar semakin jelas bagaimana kerja Milton Model, kita pelu tahu perbedaan antara Meta Model dan Milton Model. Meta model adalah sebagai berikut:[5]

  • Memperjelas kalimat dan bahasa klien

  • Bergerak dari bawah sadar ke permukaan pikiran sadar

  • Menggali contoh-contoh agar lebih jelas dan terperinci

  • Bertujuan memunculkan kembali pengalaman klien yang terkubur dalam bawah sadar ke permukaan pikiran sadar

  • Mengusahakan agar klien lebih focus pada hal-hal diluar dirinya sehingga klien dapat keluar dari peta mentalnya

Setelah mengetahui cara kerja Meta Model, berikut ini merupakan perbedaan Milton Model dengan Meta Model di atas:

  • Mengaburkan dan menyamaratakan kalimat dan bahasa klien

  • Bergerak dari permukaan sadar ke bawah sadar

  • Menggali dan menampilkan pengertian umum

  • Bertujuan mengakses sumber daya dalam pikiran bawah sadar

  • Mengajak klien agar focus pada system internal dalam dirinya

Memang banyak dari pola bahasa Miltonn identik dengan Meta Model. Perbedaannya adalah bahwa untuk Model Meta, klien bersikap ‘tidak jelas’ dan mengajukan pertanyaan khusus untuk membantunya mendapatkan kejelasan mengenai masalahnya. Untuk Model Milton, kita menggunakan beberapa pola bahasa yang sama, tapi kali ini ingin menjadikan tidak jelas sehingga klien dapat dengan mudah mengalami trance dan/atau dari sugesti tidak jelas, memilih tindakan yang disarankan untuk mengatasi masalahnya/isu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar